1. Game Limapuluh :
Umar dan Usman bermain game.
Keduanya saling berhitung dengan cara menjumlah angka yang dipasang lawannya.
Angka yang dapat dipasang dan/atau dijumlah, terendah adalah angka 1 dan
tertinggi adalah angka 6. Jika salah satu dari mereka dapat mencapai angka
dengan jumlah 50, maka dinyatakan sebagai pemenang. Supaya Umar dapat
dipastikan menang, angka berapa sajakah yang dapat dipasang olehnya ?
2. Perang Tersingkat dan Wanita Terkuat :
Pulang sekolah sambil menunggu mobil Angkot, Ali dan Ahmad iseng-iseng bermain teka-teki.
Ali : "Perang apa yang paling singkat di dunia ?"
Ahmad : "!!!@#$%&*??? Perang apa, ya ? Ah, aku tahu ... perang-perangan"
Ali : "Salah, Perang Diponegoro, dong ! hanya lima menit (dari 18:25 - 18:30). Hehehehe ..."
Ahmad : "Ah, bisa aja kamu. Coba sekarang jawab pertanyaanku. Siapa wanita terkuat di dunia ?"
Ali : "Hmmm ... siapa, ya ? Nyi Roro Kidul, kali ... atau Putri Duyung (asal jawab)"
Ahmad : "Nyerah ? yang pasti Nyonya Meneer, karena sudah berdiri sejak tahun 1919. (sambil telunjuknnya mengarah ke Neonboard jamu cap potret Nyonya Meneer di seberang jalan). Hahaha, skor 1-1, friend !"
Tak berapa lama mobil Angkot pun tiba dan mereka berdua menaikinya dengan riang gembira.
3. Teka-teki umur Diofantus
Diofantus dikenal sebagai "bapak Aljabar" (berasal dari Yunani). Melalui pemikiranya ia berhasil memecahkan persoalan dengan menggunakan pendekatan persamaan tak tentu / tak hingga. Persamaan Diofantus ini oleh ahli matematika moderen dijadikan dasar untuk menelaah sifat berbagai bilangan bulat yang kemudian pada analisis berikuitnya berkembang menjadi Teori Bilangan (merupakan cabang paling murni dalam matematika masa kini). Lambat laun aljabar pun berkembang menjadi disiplin matematika tersendiri. Temuan beliau, kemudian oleh salah seorang pengagumnya digunakan untuk menggambarkan kehidupan (lama hidup atau usia) Diofantus sendiri dalam bentuk teka-teki aljabar. Teka-teki ini memecah hidup Diofantus menjadi beberapa bagian, yang masing-masing merupakan bagian dari keseluruhan umurnya (dinyatakan dengan x). Adapun teka-teki ini dimulai dari : 1) Masa muda Diofantus adalah 1/6 hidupnya; 2) Setelah 1/12-nya lagi ia berjenggot; 3) Setelah 1/7-nya lagi ia menikah; 4) Lima tahun kemudian anaknya lahir; 5) Anak tersebut hidup tepat 1/2 hidup ayahnya; dan 6) Diofantus meninggal empat tahun sesudah anaknya. Tentukanlah jumlah seluruhnya yang merupakan masa hidup Diofantus (gunakan persamaan bentuk aljabar untuk memecahkannya).
2. Perang Tersingkat dan Wanita Terkuat :
Pulang sekolah sambil menunggu mobil Angkot, Ali dan Ahmad iseng-iseng bermain teka-teki.
Ali : "Perang apa yang paling singkat di dunia ?"
Ahmad : "!!!@#$%&*??? Perang apa, ya ? Ah, aku tahu ... perang-perangan"
Ali : "Salah, Perang Diponegoro, dong ! hanya lima menit (dari 18:25 - 18:30). Hehehehe ..."
Ahmad : "Ah, bisa aja kamu. Coba sekarang jawab pertanyaanku. Siapa wanita terkuat di dunia ?"
Ali : "Hmmm ... siapa, ya ? Nyi Roro Kidul, kali ... atau Putri Duyung (asal jawab)"
Ahmad : "Nyerah ? yang pasti Nyonya Meneer, karena sudah berdiri sejak tahun 1919. (sambil telunjuknnya mengarah ke Neonboard jamu cap potret Nyonya Meneer di seberang jalan). Hahaha, skor 1-1, friend !"
Tak berapa lama mobil Angkot pun tiba dan mereka berdua menaikinya dengan riang gembira.
3. Teka-teki umur Diofantus
Diofantus dikenal sebagai "bapak Aljabar" (berasal dari Yunani). Melalui pemikiranya ia berhasil memecahkan persoalan dengan menggunakan pendekatan persamaan tak tentu / tak hingga. Persamaan Diofantus ini oleh ahli matematika moderen dijadikan dasar untuk menelaah sifat berbagai bilangan bulat yang kemudian pada analisis berikuitnya berkembang menjadi Teori Bilangan (merupakan cabang paling murni dalam matematika masa kini). Lambat laun aljabar pun berkembang menjadi disiplin matematika tersendiri. Temuan beliau, kemudian oleh salah seorang pengagumnya digunakan untuk menggambarkan kehidupan (lama hidup atau usia) Diofantus sendiri dalam bentuk teka-teki aljabar. Teka-teki ini memecah hidup Diofantus menjadi beberapa bagian, yang masing-masing merupakan bagian dari keseluruhan umurnya (dinyatakan dengan x). Adapun teka-teki ini dimulai dari : 1) Masa muda Diofantus adalah 1/6 hidupnya; 2) Setelah 1/12-nya lagi ia berjenggot; 3) Setelah 1/7-nya lagi ia menikah; 4) Lima tahun kemudian anaknya lahir; 5) Anak tersebut hidup tepat 1/2 hidup ayahnya; dan 6) Diofantus meninggal empat tahun sesudah anaknya. Tentukanlah jumlah seluruhnya yang merupakan masa hidup Diofantus (gunakan persamaan bentuk aljabar untuk memecahkannya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar